Kamis, 15 Desember 2011
Selasa, 13 Desember 2011
PUISI
INGIN KEMBALI
Gelap tanpa pelita
Suram tanpa penerang
Terasa kerdil diri ini dekil
Penuh dosa diri ini merana
Lama nian bahtera oleng
Tertiup angin sampai lereng
Lereng hitam mencekam
Silaukan mata, hati buta
Semua kandas, hilang, lenyap
Bahagia entah kemana
Kesedihan meradang jiwa
Hati pilu nestapa
Karna setan diturutinya
Ingin kembali
Tersadar bahwa hanya Dia cinta yang sejati
Tempat memadu kasih yang Maha Hakiki
Ingin kembali
Ku kejar Kau dengan cintaku
Ku puja Kau dengan kehambaanKu
Ku rasa hasrat kini membara
Dalam doa ini ku ucapkan
Ku ingin kembali...
puisi
Senyuman Itu
Aku tak pernah tahu
Makna dari senyumannya
Sekiranya aku
Jarang mendapatkannya
Aku tak pernah tahu
Mengapa pijitan tanganku
Tak bisa mencairkan kebekuan senyum yang selalu ku rindu
Aku tak pernah tahu
Takkan pernah tahu
Tapi hari ini
Ku lihat senyum itu
Senyum yang selalu ku rindu
Senyum yang selalu ku nanti
Senyum yang mampu mengubah dunia ini
Sejenak terhenti
Ya...hari ini
Hari pengambilan raporku
Ia senyum tulus
Penuh makna
Ayah...
puisi
Untukmu
Sore itu ia lelah
Lelah sekali
Peluh membasahi dahi
Pandangannya yang sayu penuh kasih
Tubuhnya lemas karena bekerja keras
Kuintip dari lubang pintu
Ingin kuhampiri
Ingin kudekati
Tapi diri ini malu
Kulangkahkan kaki, kuberanikan diri
Kuulurkan jemari dengan sebuah
Kado sisihan uang saku setiap hari
"Selamat hari ibu....!"
Ia hanya diam terpaku
"Hanya ini yang bisa kuberikan!"
Air matanya menetes perlahan
"Maafkan semua kesalahanku selama ini Ibu !"
Ia pun mulai berdiri
Lari raih tubuhku
Memelukku penuh haru
Aku bahagia, tak terkira
"Semua ini kupersembahkan
Untukmu ...Ibu !
Langganan:
Postingan (Atom)