Selasa, 13 Desember 2011

PUISI

INGIN KEMBALI
Gelap tanpa pelita
Suram tanpa penerang
Terasa kerdil diri ini dekil 
Penuh dosa diri ini merana

Lama nian bahtera oleng
Tertiup angin sampai lereng
Lereng hitam mencekam
Silaukan mata, hati buta

Semua kandas, hilang, lenyap
Bahagia entah kemana
Kesedihan meradang jiwa

Hati pilu nestapa
Karna setan diturutinya

Ingin kembali

Tersadar bahwa hanya Dia cinta yang sejati
Tempat memadu kasih yang Maha Hakiki

Ingin kembali

Ku kejar Kau dengan cintaku
Ku puja Kau dengan kehambaanKu
Ku rasa hasrat kini membara
Dalam doa ini ku ucapkan

Ku ingin kembali...

puisi

Senyuman Itu
Aku tak pernah tahu
Makna dari senyumannya
Sekiranya aku
Jarang mendapatkannya

Aku tak pernah tahu
Mengapa pijitan tanganku
Tak bisa mencairkan kebekuan senyum yang selalu ku rindu

Aku tak pernah tahu
Takkan pernah tahu

Tapi hari ini
Ku lihat senyum itu
Senyum yang selalu ku rindu
Senyum yang selalu ku nanti
Senyum yang mampu mengubah dunia ini
Sejenak terhenti
Ya...hari ini
Hari pengambilan raporku

Ia senyum tulus
Penuh makna
Ayah...



puisi

Untukmu
Sore itu ia lelah
Lelah sekali
Peluh membasahi dahi
Pandangannya yang sayu penuh kasih
Tubuhnya lemas karena bekerja keras
Kuintip dari lubang pintu
Ingin kuhampiri
Ingin kudekati
Tapi diri ini malu
Kulangkahkan kaki, kuberanikan diri
Kuulurkan jemari dengan sebuah 
Kado sisihan uang saku setiap hari
"Selamat hari ibu....!"
Ia hanya diam terpaku
"Hanya ini yang bisa kuberikan!"
Air matanya menetes perlahan
"Maafkan semua kesalahanku selama ini Ibu !"
Ia pun mulai berdiri
Lari raih tubuhku
Memelukku penuh haru
Aku bahagia, tak terkira
"Semua ini kupersembahkan
Untukmu ...Ibu !