Namaku Keke Fatmala, biasa dipanggil Keke. Usiaku baru manginjak 14 tahun pada tanggal 26 November kemarin. Aku merupakan siswa kelas 3 SMP di SMPN 45 Bandung. Rambutku keriting, kulitku sawo matang, tubuhku tinggi ramping. Banyak orang bilang, wajahku manis (nggak bermaksud sombong loch hehehe). Aku punya banyak kesenangan dalam hidupku yang selalu ingin kuwujudkan.
Dibalik semua kesenanganku itu, aku punya satu hal yang sangat ku dambakan. KASIH SAYANG SEORANG IBU….. ya… pasti kamu semua pernah mendapatkan hal itu. Tetapi tidak untuk diriku. Betapapun aku dari kecil selalu hidup berkecukupan, namun aku kekurangan kasih saying.
Aku dibesarkan oleh ayahku sejak aku lahir didunia yang penuh glamour ini. Aku tidak bias membayangkan kalau ayahku tidak mau merawatku sejak kecil. Mungkin aku sudah menjadi gelandangan yang hidup tidak karuan.Atau bahkan menjadi anak-anak yang menjadi korban kekerasan zaman dan tidak punya harapan. Ya kawan,,,,ayahku adalah SUPERHERO dalam hidupku. Banyak teman-temanku yang ngiri apabila main kerumahku dan melihat ayah selalu membelikan barang-barang yang aku suka. ‘’Wah, kamu enak ya ke! Punya ayah kayak papamu..!’’ Kata-kata itulah yang tak henti-hentinya mereka ucapkan padaku. Akupun hanya bisa tersenyum setiap mendengar kalimat-kalimat mereka. Namun, batinku menjerit. ‘’Tapi, kalian lebih beruntung punya orang tua yang lengkap dan dapat kasih sayang dari seorang ibu… sementara aku???’’
Mungkin kalian bertanya-tanya dimanakah ibuku? Masih hidupkah? Atau mungkin telah tiada? …. Jangan tanyakan itu padaku kawan!!! Karna aku sendiripun tak pernah tahu jawabanya. Ayahku selalu merahasiakan itu padaku setiap aku menanyakan itu padanya.
Mengapa ayah???
Mengapa???
Tidakkah kau tahu perasaanku selama 14 tahun ini???
Yang selalu merindukan kasih saying seorang ibu…..
Hari itu hari senin, merupakan hari yang membingungkan dalam hidupku. Aku tak tahu sejak kapan boneka anak dan ibu beruang nongkrong didepan pintu rumahku. Aku menemukanya setelah pulang dari sekolah. Pada awalnya, aku mengira bahwa itu adalah pemberian ayahku. Akan tetapi faktanya, kata ayah beliau tidak membelikan boneka untukku hari ini. Begitu banyak tanda Tanya yang hinggap di fikiranku.
Keesokan harinya kebingunganku bertambah. Rangkaian bunga yang cantik muncul didepan rumahku. Hatiku tambah penasaran ketika kutemukan secarik kertas kecil didalam rangkaian bunga yang cantik itu. Dalam kertas itu terlihat tulisan yang tampak rapi yang isinya demikian:
‘’Keke sayang…
14 tahun sudah ibu tidak merawatmu…
Kini Keke sudah besar ya , pasti Keke tambah cantik aja…
Keke , bukanya ibu tak sayang pada Keke…
tapi karna keadaan yang menjawab itu semua……. Percayalah ke…
IBU AKAN TETAP SAYANG KEKE…..
Terjawab sudah semua tanda Tanya dalam fikiranku selama ini. Ternyata… mamaku masih hidup! Serasa meledak hatiku saat ini. aku begitu senang. Aku segera menceritakan semua yang terjadi pada papaku.
‘‘Pa, mengapa papa selalu merahasiakan hal ini padaku? Apakah Keke salah, kalau Keke ingin bertemu dengan ibu Keke sendiri?? Jawab pa!!!’’ kataku sambil menangis
‘’Enggak Ke, ini semua salah papa. Papa memang selalu merahasiakan hal ini pada Keke. Hal ini karna papa benci sama mama kamu. Papa khilaf. Pada saat mama masih mengandungmu, papa bercerai dengan mamamu. Mamamu mengancam tidak akan membiarkan papa melihat Keke untuk selamanya. Sangking marahnya, pada saat kamu lahir, papa merebut hak asuh atas kamu. Dan papa tidak membiarkan mamamu memanggilmu kembali. Begitulah ceritanya. Maafkan papa…!’’ jawab papa panjang lebar. Akupun memeluk papanya dengan penuh urai air mata. ‘’Pa, Keke tahu papa saying sama Keke. Tapi Keke juga pengen banget merasakan kasih sayang seorang ibu. kayak teman-teman Keke yang lainya.
‘’Udah, sekarang Keke hapus air mata Keke ! keke inget nggak besok hari apa?’’ kata papa.
‘’Ya ingetlah yah, besokkan hari rabu…’’ jawabku.
‘’iya, maksud papa, besok itu hari apa? Hari ibu kan? Besok, papa akan mempertemukan Keke dengan mama Keke.
Hari esokpun telah tiba. Sepulang sekolah papa dan aku bergegas kesuatu tempat. Ditengah perjalanan papa berbicara padaku.’’Ke, biar bagaimanapun, nanti Keke harus siap ya?’’ kata papa. ‘’iya pa, pasti Keke akan senang sekali nanti.’’ Kamipun sudah sampai pada suatu tempat. Aku agak sedikit bingung, karna tempat yang papa maksud adalah sebuah rumah sakit. Namun aku segera buang semua kecurigaanku. kami segera masuk dan menuju sebuah ruangan pasien.
Dalam ruangan yang sempit, tampak seorang ibu yang terbaring lemah tak berdaya. Dibalik wajahnya yang pucat, kecantikannya masih tampak jelas. Ketika aku datang, tampak mata ibu itu menganak sungai. Dengan nada terbata-bata, ibu itu berkata dengan nada lemah.’’Keke, ini mama nak. Sini sayang!!’’ akupun segera berlari menuju ibunya.
Sangking terharunya aku tidak mampu berkata-kata. Seolah kerinduanku pada seorang ibu selama 14 tahun ini terobati pada detik itu. Serasa bagai keindahan yang berbeda dihari ibu tahun ini dari hari-hari ibu yang sebelumnya.
Namun, belum sampai aku mengucapkan sesuatu, tiba-tiba saja pelukan ibuku semakin melemah. Tubuh ibu dingin, kaku, ,, aku tak percaya. ‘’Ibu!! Jangan tidur dulu bu, Keke masih mau ibu meluk Keke. … pa ! kok mama tidur? Pa…… mama nggak apa-apakan? Jawab pa!’’ kataku dengan penuh air mata.
Papapun menangis tersedu-sedu. Semua yang hadir ditempat itupun juga ikut menyaksikan kejadian yang sangat mengharukan . ‘’Keke sayang, tenang ya… mamamu…. Mamamu….. mamamu udah dipanggil sama Yang Kuasa sayang…..!! jawab papa terbata-bata. akupun pingsan.
Sungguh kisah yang amat mengharukan. Seorang gadis yang merasakan kasih sayang seorang ibu hanya dalam waktu 5 menit. Ya…… 5 menit. 5 menit terindah yang hanya terjadi dalam hidup Keke.
Terasa jelas begitu besar kasih ibu kepada kita yang tergambar dari lagu diatas. Kasih sayangnya takkan pernah habis sampai kapanpun. Cintanya yang tulus diberikanya pada kita secara Cuma-Cuma… free…. Gratissss kawan…!!!
Tanpa mengharapkan suatu imbalan apapun..
22 Desember….
Hari apakah itu???
Semua yang ditanya pasti akan menjawab hari ibu. Lantas bagaimanakah cara kita memaknai hari ibu tersebut???? Apakah kita melewatkan hari yang special begitu saja??? So pasti jangan kawan!!!
Begitu banyak cara yang bisa kita lakukan untuk memaknai hari ibu. Dari yang memberi hadiah khusus, bunga, bahkan hanya sekedar ucapan sekalipun, itu sudah merupakan hal yang berharga buat ibu kita. Ibu kita pasti senang bukan?
Sejenak mari kita renungi jasa-jasa ibu kita yang takkan pernah terbalas itu….
9 bulan ibu mengandung kita…
Tak terbayang lagi pengorbanannya saat mengandung kita tersebut. Kemudian kita dilahirkannya dengan penuh pengorbanan. SERIBU SAKIT MENJADI SATU!
Bahkan shobat….saat itu ia berdoa : ‘’Jika nanti hanya ada nyawa yang Engkau hendaki untuk tetap hidup Ya Allah, biarkan lah anakku saja yang tetap hidup!!!’’ Sungguh mulia sekali kasih sayangnya pada kita. Setelah kita lahir kedunia , dibesarkanya kita dengan penuh kasih sayang. Ibu tidak pernah mengharap pamrih apa-apa.
Okelah friends…mari kita jaga dan sayangi ibu kita. Bahagiakan dia selagi kita masih mampu melakukanya.
Buat para calon ibu,mulai dari sekarang,mari kita belajar dan berdoa semoga suatu saat nanti kita bisa menjadi ibu yang lebih baik lagi. Amiiin.
Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.
Penuh cinta dan kedamaian.
Pernahkah kamu berfikir bagaimana seandainya lingkungan di sekitar kita itu tidak pernah ada? Bahkan bentuknyapun tak seindah seperti sekarang yang kita tempati ini?
Wah…………………. Bagaimana ya???
Sang Kholik telah menciptakan semua yang ada di muka bumi ini sedemikian rupa. Lingkungan di sekitar kita baik yang hidup maupun tak hidup merupakan karunia yang patut kita syukuri. Tak hanya disyukuri secara batiniah, tapi juga lahiriah. Kita sebagai manusia diciptakan sebagai Khalifah di muka bumi untuk memanfaatkan serta menjaga pemberiannya.
Lingkungan hidup mempunyai peran penting dalam kelangsungan hidup kita umat manusia. Maka dari itu, kalau kita ingin hidup yang lebih lama, lestarikan semua itu dengan sebaik-baiknya.dia takkan rusak, kalau kita tak merusaknya. Dia takkan hilang kalau kita mau menjaganya. Kita tentunya tak mau kalau sampai keindahan lingkungan hidup kita hanya menjadi cerita dongeng untuk anak cucu kita. Mereka juga punya hak yang sama seperti merasakan yang saat ini kita nikmati.
Kita jadikan lingkungan yang ada di sekitar kita menjadi sahabat kita. Kita jaga dan tetap setia sampai kapanpun. Tak Cuma pada pasangan, kita juga harus setia padanya. Seperti pasangan, dia akan setia kalau kita juga setia. Dia selalu ada untuk kita di setiap kita membutuhkannya.
Mari sama-sama kita cintai lingkungan karunia Sang Rahman. Karunia yang sangat bernilai harganya dan jangan sampai kita sia-siakan keberadaanya.