Kamis, 27 Oktober 2011

CERPEN



LIMA MENIT TERINDAH
            Karya:Nurfitriani
Namaku Keke Fatmala, biasa dipanggil Keke. Usiaku baru manginjak 14 tahun pada tanggal 26 November kemarin. Aku merupakan siswa kelas 3 SMP di SMPN 45 Bandung. Rambutku keriting, kulitku sawo matang, tubuhku tinggi ramping. Banyak orang bilang, wajahku manis (nggak bermaksud sombong loch hehehe). Aku punya banyak kesenangan dalam hidupku yang selalu ingin kuwujudkan.
            Dibalik semua kesenanganku itu, aku punya satu hal yang sangat ku dambakan. KASIH SAYANG SEORANG IBU….. ya… pasti kamu semua pernah mendapatkan hal itu. Tetapi tidak untuk diriku. Betapapun aku dari kecil selalu hidup berkecukupan, namun aku kekurangan kasih saying.
            Aku dibesarkan oleh ayahku sejak aku lahir didunia yang penuh glamour ini. Aku tidak bias membayangkan kalau ayahku tidak mau merawatku sejak kecil. Mungkin aku sudah menjadi gelandangan yang hidup tidak karuan.  Atau bahkan menjadi anak-anak yang menjadi korban kekerasan zaman dan tidak punya harapan. Ya kawan,,,,  ayahku adalah SUPERHERO dalam hidupku. Banyak teman-temanku yang ngiri apabila main kerumahku dan melihat ayah selalu membelikan barang-barang yang aku suka. ‘’Wah, kamu enak ya ke! Punya ayah kayak papamu..!’’ Kata-kata itulah yang tak henti-hentinya mereka ucapkan padaku. Akupun hanya bisa tersenyum setiap mendengar kalimat-kalimat mereka. Namun, batinku menjerit. ‘’Tapi, kalian lebih beruntung punya orang tua yang lengkap dan dapat kasih sayang dari seorang ibu… sementara aku???’’
            Mungkin kalian bertanya-tanya dimanakah ibuku? Masih hidupkah? Atau mungkin telah tiada? …. Jangan tanyakan itu padaku kawan!!! Karna aku sendiripun tak pernah tahu jawabanya. Ayahku selalu merahasiakan itu padaku setiap aku menanyakan itu padanya.
Mengapa ayah???
Mengapa???
Tidakkah kau tahu perasaanku selama 14 tahun ini???
Yang selalu merindukan kasih saying seorang ibu…..
            Hari itu hari senin, merupakan hari yang membingungkan dalam hidupku. Aku tak tahu sejak kapan boneka anak dan ibu beruang nongkrong didepan pintu rumahku. Aku menemukanya setelah pulang dari sekolah. Pada awalnya, aku mengira bahwa itu adalah pemberian ayahku. Akan tetapi faktanya, kata ayah beliau tidak membelikan boneka untukku hari ini. Begitu banyak tanda Tanya yang hinggap di fikiranku.
            Keesokan harinya kebingunganku bertambah. Rangkaian bunga yang cantik muncul didepan rumahku. Hatiku tambah penasaran ketika kutemukan secarik kertas kecil didalam rangkaian bunga yang cantik itu. Dalam kertas itu terlihat tulisan yang tampak rapi yang isinya demikian:
‘’Keke sayang…
14 tahun sudah ibu tidak merawatmu…
Kini Keke sudah besar ya , pasti Keke tambah cantik aja…
Keke , bukanya ibu tak sayang pada Keke…
tapi karna keadaan yang menjawab itu semua……. Percayalah ke…
IBU AKAN TETAP SAYANG KEKE…..
Terjawab sudah semua tanda Tanya dalam fikiranku selama ini. Ternyata… mamaku masih hidup! Serasa meledak hatiku saat ini. aku begitu senang. Aku segera menceritakan semua yang terjadi pada papaku.

‘‘Pa, mengapa papa selalu merahasiakan hal ini padaku? Apakah Keke salah, kalau Keke ingin bertemu dengan ibu Keke sendiri?? Jawab pa!!!’’ kataku sambil menangis
‘’Enggak Ke, ini semua salah papa. Papa memang selalu merahasiakan hal ini pada Keke. Hal ini karna papa benci sama mama kamu. Papa khilaf. Pada saat mama masih mengandungmu, papa bercerai dengan mamamu. Mamamu mengancam tidak akan membiarkan papa melihat Keke untuk selamanya. Sangking marahnya, pada saat kamu lahir, papa merebut hak asuh atas kamu. Dan papa tidak membiarkan mamamu memanggilmu kembali. Begitulah ceritanya. Maafkan papa…!’’ jawab papa panjang lebar. Akupun memeluk papanya dengan penuh urai air mata. ‘’Pa, Keke tahu papa saying sama Keke. Tapi Keke juga pengen banget merasakan kasih sayang seorang ibu. kayak teman-teman Keke yang lainya.
            ‘’Udah, sekarang Keke hapus air mata Keke ! keke inget nggak besok hari apa?’’ kata papa.
            ‘’Ya ingetlah yah, besokkan hari rabu…’’ jawabku.
            ‘’iya, maksud papa, besok itu hari apa? Hari ibu kan? Besok, papa akan mempertemukan Keke dengan mama Keke.
            ‘’yang bener pa??? asyiiik…. Besok Keke akan ketemu mama..!’’ seruku gembira.
            Hari esokpun telah tiba. Sepulang sekolah papa dan aku bergegas kesuatu tempat. Ditengah perjalanan papa berbicara padaku.’’Ke, biar bagaimanapun, nanti Keke harus siap ya?’’ kata papa. ‘’iya pa, pasti Keke akan senang sekali nanti.’’ Kamipun sudah sampai pada suatu tempat. Aku agak sedikit bingung, karna tempat yang papa maksud adalah sebuah rumah sakit. Namun aku segera buang semua kecurigaanku. kami segera masuk dan menuju sebuah ruangan pasien.
            Dalam ruangan yang sempit, tampak seorang ibu yang terbaring lemah tak berdaya. Dibalik wajahnya yang pucat, kecantikannya masih tampak jelas. Ketika aku datang, tampak mata ibu itu menganak sungai. Dengan nada terbata-bata, ibu itu berkata dengan nada lemah.’’Keke, ini mama nak. Sini sayang!!’’ akupun segera berlari menuju ibunya.
Sangking terharunya aku tidak mampu berkata-kata. Seolah kerinduanku pada seorang ibu selama 14 tahun ini terobati pada detik itu. Serasa bagai keindahan yang berbeda dihari ibu tahun ini dari hari-hari ibu yang sebelumnya.
Namun, belum sampai aku mengucapkan sesuatu, tiba-tiba saja pelukan ibuku semakin melemah. Tubuh ibu dingin, kaku, ,, aku tak percaya. ‘’Ibu!! Jangan tidur dulu bu, Keke masih mau ibu meluk Keke. … pa ! kok mama tidur? Pa…… mama nggak apa-apakan? Jawab pa!’’ kataku dengan penuh air mata.
Papapun menangis tersedu-sedu. Semua yang hadir ditempat itupun juga ikut menyaksikan kejadian yang sangat mengharukan . ‘’Keke sayang, tenang ya… mamamu…. Mamamu….. mamamu udah dipanggil sama Yang Kuasa sayang…..!! jawab papa terbata-bata. akupun pingsan.
            Sungguh kisah yang amat mengharukan. Seorang gadis yang merasakan kasih sayang seorang ibu hanya dalam waktu 5 menit. Ya…… 5 menit. 5 menit terindah yang hanya terjadi dalam hidup Keke.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar