Jumat, 20 Januari 2012

SKI_DOE

BASMI VIRUS GALAU

Galau adalah buah atas ketidakpastian pendirian dan sikap, sehingga fikiran terbang mencari jenis kenyamanan seadanya, kelamaan bisa berkerak dan sulit dihilangkan, ada yang menyebutnya futur..

wah kacau nih kalau seperti ini, harusnya bisa baca qur'an berlembar-lembar, jadi malah update ribuan status perasaan... mending updatenya tentang ayat Qur'an atau hadist, tapi ya biasalah ga jauh dari C.I.N.T.A (sama yg bukan muhrimnya)) http://static.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/15.gif

Ini memang virus yang lagi musim, ya kalau dibilang futur, kita memang tidak bisa menafikan hal itu, namun kita bisa melihat penyebabnya. Ada sebuah ayat yang begitu mendalam :

"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yg lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang yg fasik"

(Alhasyr : 19)


GALAU, menjadi kata-kata terpopuler beberapa bulan belakangan. Di Koran, televisi, dan berbagai sosial media, bahkan mimbar khotbah para pemuka agama, ruang kelas di sekolah-sekolah hingga kamar tidur berbagai ragam status sosial rumah-tangga kini disaput kabut “Galau”.

Beberapa bulan belakangan sering kita jumpai para remaja mengupdate statusnya dif b maupun social network lain dengan menggunakan kata galau. “Duh, galau nich… Dy gag balas zmz Quw….:(“, atau “lagi galau gara-gara di tinggalin pacar,” dan masih banyak lagi lainya. Pantaskah mereka meratapi nasib dengan memamerkan kegalauannya lewat social network ataupun dalam kehidupannya sehari-hari? Mari kita simak….

*****

*Orang tua melepas was-was anak-anaknya ketika pergi sekolah dan kuliah, di tengah kian meruyaknya kasus narkoba yang kini membelenggu 3,6 juta pecandu di Indonesia, dan setiap harinya jatuh korban tewas lebih dari 40 orang. Yang mengenaskan 32% dari total 3,2 juta pengguna narkoba dan obat terlarang secara nasional adalah pelajar dan mahasiswa. Siapa yang tak galau ?

*Seorang aktivis mahasiswa tersenyum kecut ketika disalami dan diberi ucapan selamat kawan-kawannya saat wisuda. Yang terbayang di pelupuk matanya adalah dirinya yang termasuk dalam antrian panjang angkatan kerja yang tahun ini naik 2,9 juta menjadi 119,4 juta orang dari angka 116,5 juta di tahun lalu. Artinya kini tanah air kita dikerubuti 8,12 juta pengangguran terbuka yang menganga, dan mereka terpaksa menjadi beban orang tua yang sudah renta. Siapa yang tak galau ?

*Ribuan anak muda cemerlang yang bertengger di karir hebat, dan siap menikah, kini menghadapi dilema. Akankah terus mengejar karir semata atau memberanikan diri masuk gerbang kehidupan rumah tangga yang penuh hal-hal yang tak terduga? Sementara angka perceraian meningkat 400% setiap tahunnya ? Siapa yang tak galau ?

*Di berbagai pelosok dunia banyak orang berpatah hati meratapi nasib yang tak selalu berpihak pada yang benar, yang hebat, yang jujur, yang pintar, dan rendah hati. Setiap saat nasib diperjungkir balikkan. Yang dimuliakan hari ini, beberapa saat lagi bisa menjadi yang dihinakan. Begitu juga sebaliknya. Siapa yang tak galau ?

*****

Di tengah hiruk pikuk senandung galau yang memukau, hari ini umat Islam seluruh dunia memperingati maulud nabi Muhammad SAW, dengan merefleksi perjalanan hidup beserta kearifan beliau:

*Menjadi yatim saat masih dalam kandungan

*Ibunya meninggal dunia saat berusia 6 tahun.

*Kakek yang mengasuhnya meninggal dunia saat berusia 8 tahun.

*beliau dilukai kepalanya, ditanggalkan giginya, lututnya berdarah karena lemparan batu, tubuhnya dilumuri kotoran, rumahnya dilempari kotoran ternak. Beliau di hina, dan disiksa dengan keji.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…”

(QS. Al Baqarah {2} 286).

Tidakkah terlalu cengeng jika ada mahasiswa yang bersedih hanya karena orang tua sengaja memperlambat mengirim uang untuk menguji ketahanan diri anaknya?.

Pantaskah kita galau sementara kedua orang tua kita senantiasa ada buat kita? Bayangkan keadaan nabi Muhammad yang telah menjadi sosok yatim piatu saat masih kecil?

Tidakkah terlalu ‘lebay’ jika ada pemuda yang patah hati ditinggal kawin gadis pujaannya, setiap hari mengabarkan kedukacitaannya pada dunia lewat status-status di berbagai sosial media, dan melupakan segala tanggung jawab yang diamanahkan ?

Tidakkah ada rasa malu, ketika pemimpin yang digaji dengan pajak rakyat dan hidup serba berlimpahan, masih mengeluh kurangnya fasilitas dan minta kenaikan gaji yang tak sesuai dengan kinerja dan prestasi yang dipunya ?

Jadikan momentum maulud nabi ini sebagai titik pengubah hidup kita.. Mudah-mudahan kita semua menyadari dan memercayai, bahwa fajar selalu hadir setelah malam yang tergelap dilalui.
Galau pasti berlalu . So…. buat apa galau???:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar